(Review) Eiger Hiking Boots Jenis Cerberus

(Review) Eiger Hiking Boots Jenis Cerberus

Yossshhhh telah lama tak menulis review nih… 😀, kesempatan ini aku memiliki kesempatan untuk mereview sepatu dengan brand lokal yang pasti telah tak asing lagi di telinga beberapa penggiat outdoor serta bahkan juga non outdoor, yups… Eiger, brand lokal yang tengah meningkatkan sayapnya ke macanegara. Barang eiger sangatah banyak, namun di antara itu yang paling populer adalah jam tangan eiger terbaru. Dimana model dan harganya sangat cocok untuk kamu pecinta kegiatan outdoor.

sedikit menceritakan mengenai perburuan sepatu ini, sesungguhnya waktu beli aku juga tak demikian membaca atau mencari review mengenai sepatu ini, lantaran memanglah waktu itu aku cuma fokus pada pencarian size yang sesuai sama kaki saja, maklum tapak kaki aku memanglah kecil, bisa disebut tak standard untuk ukuran pria, karenanya umumnya aku menggunakan sepatu women series agar cocok serta nyaman di kaki aku, lantaran memanglah umumnya ukuran untuk pria size 39-keatas.

Lantaran tak memperoleh size kecil untuk brand luar (bahkan juga untuk KW nya saja tak ada hehehee) yang ditujukan spesial untuk hiking, aku juga coba mencari beberapa produk dalam negeri, meskipun sama juga size paling kecil untuk pria ya… nomor 39. Lantaran tidak ingin women series (umumnya saat ini jenisnya women banget jadi males makenya hehehhe) pada akhirnya pencarianpun aku alihkan ke jenis sepatu unisex, serta dapatkah sepatu ini, meskipun sesungguhnya ada pula dari tetangganya yg lebih murah namun tak ber outersole vibram, serta yang menarik lagi dari sepatu ini yaitu sepatu ini telah ber outersole vibram, sedang tetangganya untuk sepatu ber outersole vibram lumayan mesti merogoh kocek yang lebih.

Dari bentuk serta bahan memanglah sepatu ini tampak kaku, namun sesudah digunakan lumayan lentur juga. Awal kali di gunakan waktu perjalanan ke Puncak Merbabu lewat Suwanting, awalannya memanglah nyaman-nyaman saja, sesudah dengan trek yang menanjak sisi belakang kaki agak sedikit sakit, namun kelihatannya itu lantaran kekeliruan aku yang memakai sepatu ini segera digunakan trekking demikian saja, lantaran memanglah umumnya sepatu baru semestinya digunakan dahulu pada jalan umum supaya lebih lentur waktu digunakan dilapangan yang sesungguhnya, sederhananya dikerjakan pemanasan untuk sepatunya lah (tidak tahu bahasanya apa ini, sulit ngomonginnya hahahahaa), terkecuali untuk melenturkan sepatu, juga untuk penyesuaian kaki kita pada sepatunya.

Diluar itu juga langkah menalikan tali sepatu aku yang kurang baik jadi aspek yang bikin sakit aku waktu itu. Lantaran untuk saat ini sepatu ini begitu nyaman sekali digunakan di lapangan, bahkan juga waktu aku pakai pendakian rally Double S serta Prau.

Untuk waterproof nya juga sepatu ini dapat lumayan tak tembus walaupunpan digunakan waktu hujan yang lumayan, cuma didalam jadi lembab saja, tak tahu dari aspek apa juga aku tidak paham.

Kekurangan sepatu ini menurut aku waktu mencengkram di jalan batu atau akar yang berlumut kadang-kadang masihlah merasa licin, namun untuk di tanah yang meskipun tanah merah botak serta terserang hujan, sepatu ini masihlah dapat mencengkram dengan baik.

Yang paling aku gemari dari sepatu ini yaitu jenisnya yg tidak kalah modis dengan sepatu-sepatu brand luar, dengan bahan outersole vibram aku rasa harga yang di menawarkan cukup murah untuk kelasnya, terlebih untuk aku yang cuma seseorang karyawan kecil. Waktu aku membelinya, sepatu ini dibandrol dengan harga Rp. 850. 000, dari store on-line resminya Eiger, mungkin saja tidak sama untuk store di setiap kota (mending beli on-line saja lah hahahahha). Lumayan terpaut jauh dengan harga tetangganya yg lebih mahal dari ini. Dari pada beli sepatu brand luar namun KW dengan harga yang nyaris sama, aku rasa sepatu ini dapat jadi alternatif pilihan, lantaran tentu lewat sistem Quality Control yang tambah baik daripada sepatu KW yang belum pasti lewat sistem itu.

Mungkin saja itu dahulu review yang dapat aku berbagi, peluang bakal di up-date lagi bila sepatu ini aku pakai kembali di lapangan.

Written by Alitson

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *