Contoh Penggunaan Antonim Dalam Proposal Peternakan

Contoh Penggunaan Antonim Dalam Proposal Peternakan – Kali ini saya akan menjelaskan mengenai contoh penggunaan antonim dalam proposal peternakan. Sebagai bahan pertimbangan dalam perbaikan manajemen hijauan di PT. UPBS tersebut serta sebagai panduan bagi masyarakat umum dalam memperbaiki manajemen hijauan pakan ternak. Faktor terpenting dalam usaha peternakan salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan pakan. Pakan memiliki pengertian segala sesuatu yang diberikan kepada ternak baik sebagian atau seluruhnya yang berasal dari bahan organik/ anorganik yang tidak mengganggu kesehatan ternak. Pemberian pakan yang baik kepada ternak tentu akan berkontribusi pada produksinya yang relatif labih tinggi (Purnomoadi, 2003).

Contoh Penggunaan Antonim Dalam Proposal Peternakan

Dalam proposal ini terrdapat penggunaan antonim yang sesuai dengan aturan EYD yang benar. Menurut Sirait dkk., (2005) hampir 90% pakan ternak ruminansia berasal dari hijauan dengan konsumsi segar 10-15% per hari dari bobot badan, sedangkan sisanya adalah konsentrat dan pakan tambahan (feed supplement). Hijauan makanan ternak merupakan pondasi dalam pengembangan peternakan ruminansia sebab pelaksanaan perencanaan awal adalah ketersediaan hijauan pakan dalam bentuk hamparan tanaman sumber hijauan pakan (Hendarto dan Suwarno, 2005). Sugeng (2000) menyatakan bahwa hijauan merupakan pakan yang berasal dari tanaman atau tumbuh-tumbuhan berupa daun-daunan, batang, ranting, dan bunga.

Biasanya hijauan mengandung serat kasar yang tinggi. Ternak ruminansia seperti sapi akan mengalami gangguan pencernaan bila kandungan serat kasar dalam ransum rendah. Kandungan serat kasar yang diperlukan ternak sapi minimal 13% dari bahan kering di dalam ransum. Rumput sebagai hijauan makanan ternak telah umum digunakan oleh peternak dan dapat diberikan dalam jumlah yang besar. Rumput mengandung zat-zat makanan yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup ternak seperti air, lemak, serat kasar, protein, mineral dan vitamin. Dari cara tumbuhnya, rumput dapat digolongkan menjadi dua yaitu rumput liar/alami dan rumput budidaya. Inilag sedikit penggunaan antonim yang benar.

Ketersediaan rumput alami semakin berkurang dengan meningkatnya persaingan antara lahan untuk tanaman pangan, perumahan dan industri sehingga perlu dilakukan upaya untuk tetap mempertahankan ketersediaan hijauan pada ternak. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membudidayakan rumput unggul dimana produksinya lebih tinggi dari rumput alami atau rumput liar. Salah satu jenis tanaman rumput dengan tingkat produksi tinggi adalah rumput raja (Pennisetum purphoides) yang telah banyak dikembangkan oleh peternak ruminansia (Purbayanti dkk., 2009). Demikianlah contoh penggunaan antonim dalam proposal peternakan yang dapat saya bagikan. Terima kasih.

Written by Alitson

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *