Struktur Teks Anekdot Beserta Contohnya

Struktur Teks Anekdot Beserta Contohnya – Kali ini saya akan menjelaskan tentang struktur teks anekdot beserta contohnya. Tiba tiba aku terbangun. Mataku terbuka. Namun, badanku telah tegak berdiri. Ya, aku berdiri, tak merebahkan diri, tak berbaring. Apakah aku terbangun dari igauan malamku sehari hari? Apakah aku sedang bermimpi? Ataukah, ini bukan aku? Aku memandang ke atas, ke bawah. Aku ternganga. Akhirnya aku menyadari bahwa aku berdiri di sebuah lapisan, atau zat, layaknya labirin. Labirin yang tidak saling bertumpukan. Labirin yang saling merenggangkan diri. Aku serasa berada di sebuah ruang kaca yang dikeroyok oleh mega-mega lembut nan konstan irama geraknya. Hawanya begitu sejuk.

Struktur Teks Anekdot Beserta Contohnya

Dalam teks ini terdapat struktur teks anekdot yang berperan penting dalam pembuatan contoh teksnya. Tidak, apakah aku sedang bermimpi? Ya, ini pasti mimpi. Ku jambak rambut, cubit pipi dan tangan, tampar muka sekeras kerasnya, aku bisa merasakan di setiap sentuhan yang kuberikan. Tiba tiba suasana mencengkeram. Aku terkesiap. Aku menoleh. Tiga sosok perempuan dengan tampang polos yang berbalut serba putih melempar senyum padaku. Dua wajah remaja yang sangat mirip dan keibuan telah tampak. Mungkinkah seorang anak dan ibu?

Setelah membahas tentang struktur teks anekdot , saya akan membagikan beberapa contoh teksnya. “Selamat datang, Amora Andaresta.” Tutur perempuan keibuan sembari melepaskan cengkeramannya. Mungkin ia sudah membaca isi hatiku. Dan, bagaimana dia mengenaliku? “Sss..siapa kamu?”, sahutku ragu-ragu. Perempuan itu segera tersenyum. “Peraturan pertama, disini tidak boleh bertanya. Kau hanya cukup menjawabnya.” Aku semakin bingung.“Peraturan apa? Ini tempat apa sih? Kenapa saya nggak boleh tanya? Maksudnya apa, saya yang harus menjawabnya?” “Peraturan kedua, kau hanya perlu menjawab dengan singkat, padat, dan jelas. Tak peru overthinking atas pertanyaan yang terlontrkan.”

What? Aku semakin sinting dibuatnya. Ia masih terdiam. “Saya tahu kamu pasti butuh jawaban. Maka, izinkan saya untuk memberikan kamu kesempatan untuk dapat memberikan jawaban atas pertanyaanmu sendiri.” Aku curiga, dia bisa membaca pikiranku. Tetapi, kalimat perdana yang ‘ibu murah senyum’ itu katakan tidak melegakan hatiku, malah justru menciptakan energi baru yang mendesak paksa untuk mendobrak katup jantungku. “Mari, ikut saya.” Aku pasrah. Kedua remaja kembar itu menuntunku ke suatu tempat. Demikianlah penjelasan tentang struktur teks anekdot beserta contohnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Written by Alitson

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *