Ini Tanda-Tanda Jika Pasangan Benar-Benar Cinta

Jika Kalian berada dalam sebuah hubungan, berbagai orang-orang mungkin ragu mengenai perasaan mereka berpasangan. Pertanyaannya merupakan apakah argumen yg dirinya tekankan dalam korelasi itu merupakan sebab cinta, kebutuhan alias pengaruh faktor-faktor lain, semacam nafsu?

Baca juga : IELTS Writing Task 2, IELTS Vocabulary, IELTS Essay
Cinta murni serta semangat untuk korelasi merupakan dua faktor yg berbeda. Berita bagus, mampu diidentifikasi.

Seperti dilansir oleh Huffinton Post, pada 1990-an, tim peneliti yg diketuai oleh pakar biologi antropologi Helen Fisher mendalami ilmu di balik asa serta cinta. Mereka membagi cinta menjadi tiga kategori yg berbeda: gairah, ketertarikan, serta keterikatan. Setiap sudut berafiliasi dengan kimia otak.

Mereka menemukan bahwa gairah, didorong oleh asa untuk kepuasan seksual, menghasilkan hormon semacam testosteron serta estrogen yg menambah libido seseorang.

Studi ini menggambarkan kegilaan yg melampaui seks. Misalnya, Kalian tak mampu berhenti memikirkan seseorang, Kalian mendambakan seseorang serta ingin menghabiskan waktu bersama mereka. Saat itulah neurotransmitter semacam dopamine serta norepinefrin dilepaskan, yg mampu menyebabkan perasaan bahagia, kehilangan nafsu makan serta kebutuhan untuk tidur.

Kategori berikutnya merupakan lampiran alias “kasih sayang dengan pasangan.” Jika dibandingkan dengan asa serta ketertarikan, keterikatan cenderung lebih aman serta langgeng. Menghapus hormon semacam oksitosin serta vasopresin.

Selain kimia otak, bagaimana Kalian mampu mengenal apakah sensasi yg Kalian rasakan lebih ditujukan pada cinta, alias nafsu, alias hanya tertarik? Untuk lebih memahami perbedaan ini, inilah korelasi yg dikatakan.

Mereka berkata bahwa nafsu merupakan mengenai kontak fisik. Sedangkan cinta merupakan korelasi emosional.

“Nafsu terasa semacam Kalian sangatlah ingin berafiliasi seks dengan seseorang. Cinta terasa semacam Kalian ingin berafiliasi seks dengan seseorang namun dengan cara emosional dekat dengan mereka juga.” Judith Orloff, seorang psikiater serta penulis buku.

“Cinta berarti Kalian ingin menghabiskan waktu dengan pasangan Kalian serta mendengarkan kebutuhan serta emosi Kalian untuk merasa terhubung.Anda juga berminat untuk berjumpa teman-teman tercinta anda.Lust berarti Kalian lebih berminat untuk melakukan korelasi seks daripada mengadakan perbincangan intim alias berjumpa kawan seseorang,” Judith menambahkan.

Aspek waktu juga berperan dalam membedakan antara perasaan cinta alias nafsu. Dikatakan oleh psikolog serta pakar terapi seks Janet Brito.

“Cinta didasarkan pada kepuasan yg tertunda, sementara gairah berakar dalam kesenangan instan.” “Nafsu rasanya semacam berlangsung dengan lancar, cinta terasa maraton, cinta berarti penerimaan, nafsu berarti cinta,” katanya.

Berdasarkan pernyataan kedua ahli, tampaknya tak susah membedakan cinta serta nafsu murni. Setiap orang-orang hanya butuh jujur ??dan berani mendengar suaranya mengenai faktor ini.

Written by Alitson

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *